Hubungan preferensi konsumsi fast food dengan obesitas pada anak sd

Arendt J. Tanggal Akses 5 Desember Melatonin, circadian rhythms, and sleep. Selain itu dapat pula meningkatkan aktivitas fisiknya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah maupun di luar sekolah. SARAN Disarankan agar guru diharapkan dapat memberikan arahan, pengawasan terhadap siswa tentang pemilihan makanan dan memberikan pengawasan terhadap makanan yang dijual di kantin sekolah maupun yang dijual pedagang makanan lainnya di sekitar sekolah.

Yueniwati Y dan Rahmawati, A. Chapter The main risk factors are the reduction in the duration of sleep that causes increased energy intake and reduced physical activity, in addition to other factors such as gender, income, pregnancy, smoking and alcohol, health conditions, genetics, and psychology.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan konsumsi fast food dengan kejadian gizi lebih di SD Negeri Sudirman I Makassar.

This research was an analytic observational study using case control research design. PD dan dr. Fenomena modifikasi gaya hidup juga nampak di Kota Makassar yang mengalami pergeseran pola makan pada semua kelompok umur, termasuk remaja dan anak usia Sekolah Dasar SD. Jurnal Gizi Klinik Indonesia ;1 2: Data Primer 14 Related Papers.

Penulis menyadari bahwa semua usaha yang telah dilakukan merupakan hasil kerja sama yang baik dari semua pihak yang telah membantu. N Engl J Med ; Fast food memiliki keterbatasan dalam kandungan zat gizi. Tesis Program Pascasarjana. Available from: Teman saya Grace Duma, Johannes Sembiring, dan Faqih Lazuardi yang telah bersedia membantu saya dalam melakukan penelitian karya tulis ilmiah ini.

Penelitian ini bersifat analitik dimana sampel adalah seluruh siswa kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan yang obesitas sebagai kelompok kasus dan seluruh siswa yang normoweight sebagai kelompok kontrol. Prev Med ;38 1: Jumlah pendapatan pada kelompok kasus dan kontrol relatif berbeda.

The results of the chi square test showed an association between the frequency of fast food consumption with obesity in 5th and 6th grade of Shafiyyatul amaliyyah Primary School p Key words: Terdapat perbedaan yang bermakna untuk tingkat konsumsi fastfood, aktivitas fisik, aktivitas diam dan tingkat pendapatan keluarga, sedangkan untuk umur, jenis kelamin, dan variabel lain tidak terdapat perbedaan yang bermakna Obesity is an excessive accumulation of fat inside human body.

Jakarta WHO. Ked PedSp. Nugraha, G. IPB Bogor. Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian sejenis, hendaknya dapat mengungkapkan pengaruh faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kejadian obesitas.

Distribusi frekuensi konsumsi responden berdasarkan jenis fast food menunjukkan bahwa jenis fast food yang sering di konsumsi siswa fried chicken, sosis, mi instan, dan sprite pada kelompok kontrol dan pizza, coca cola, fanta, dan sprite pada kelompok kasus. Jurnal Gizi Klinik Indonesia ;9 1:Azhari.

Hubungan aktivitas fisik, kebugaran fisik dan imej tubuh dengan kejadian obesitas pada siswa SMA di Kota Banda Aceh Provinsi NAD [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; Bernstein MS, Costanza MC, Morabia A. Association of physical activity intensity levels with overweight and obesity in a population-based sample of adults.

Prev Med ;38(1)Author: Ramadhaniah Ramadhaniah, Madarina Julia, Emy Huriyati. Obesitas adalah kelebihan akumulasi lemak dalam tubuh manusia.

Banyak faktor yang mempengaruhi obesitas antara lain frekuensi konsumsi fastfood yang berlebihan, asupan makanan jajanan, status sosial ekonomi, aktifitas fisik dan perilaku aktivitas fisik yang tidak banyak bergerak ancientmarinerslooe.com: Erwin Santosa.

Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada siswa kelas V dan VI SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan (p0,05).

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas. Pihak sekolah diharapkan dapat lebih mempromosikan.

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI

Hasil penelitian ada hubungan antara hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak SD di Kota Manado dengan nilai p = 0, kesimpulan Prevalensi Obesitas pada anak SD di Kota Manado pada tahun adalah laki-laki 44 orang (32,4%) dan perempuan 24 orang (17,6%) Asupan energi fast food pada anak > rata-rata dan mengalami obesitas sebesar 33,8% dan tidak mengalami obesitas.

Hasil penelitian anak SD di Yogyakarta menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi fast food dengan obesitas dengan prevalensi 8,5% pada anak perempuan dan 10,5% pada anak laki-laki (Ismail, ).

Hasil penelitian anak SD di Bali diperoleh bahwa anak yang mengkonsumsi melebihi 4 jenis fast food, 12 kali berisiko terhadap kejadian obesitas dari pada anak yang tidak mengkonsumsi fast food. Ayu Ra ony, dkk: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja Hal ini sejalan dengan penelitian pada remaja di daerah urban Cina yang menjelaskan bahwa ada hubungan.

HUBUNGAN KONSUMSI FASTFOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SD DI KOTA MANADO
Hubungan preferensi konsumsi fast food dengan obesitas pada anak sd
Rated 3/5 based on 17 review